Indikator Kesehatan Reproduksi

Indikator Kesehatan Reproduksi
Zahrotun Nafisah Ahmad

Banyak hal yang dapat mempengaruhi kehidupan seseorang, termasuk kesehatan reproduksinya. Kesehatan reproduksi bukan hanya berpengaruh pada kondisi fisik, namun juga mempengaruhi mental dan psikis seseorang. Fourth Conferences on Women yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Beijing menyatakan bahwa kesehatan reproduksi bukan hanya kondisi yang bebas dari penyakit atau kecacatan, namun juga  keadaan sejahtera fisik, mental, dan sosial secara utuh pada semua hal yang berhubungan dengan sistem dan fungsi serta proses reproduksi. World Health Organization (WHO) menyatakan terdapat 17 indikator kesehatan reproduksi yang digunakan untuk mengetahui situasi kesehatan reproduksi di tingkat global dan nasional.

17 indikator kesehatan reproduksi tersebut, di antaranya :

  1. Total Fertility Rate (TFR) : jumlah rata-rata anak yang dilahirkan seorang perempuan selama usia reproduksinya (15 – 49 tahun). Menurut data Badan Pusat Statistika, pada tahun 2017 TFR di Indonesia mencapai 2,4 dimana Bali dan Jawa Timur menempati posisi terendah dengan 2,1 TFR dan NTT menempati posisi tertinggi dengan 3,4 TFR.
  1. Contraceptive Prevalence (CP) : Angka pemakaian kontrasepsi pada perempuan di usia reproduksi Prevalensi Kontrasepsi pada tahun 2012 mencapai 62% dari jumlah pasangan usia subur (PUS: 15 – 49 tahun) di Indonesia . Jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN, angka ini masih lebih rendah dibandingkan Prevalensi Kontrasepsi Thailand yang sudah mencapai 78% di tahun 2016.
  1. Maternal Mortility Ratio (MMR) : Angka kematian Ibu saat melahirkan. Menurut WHO, setiap harinya terdapat 800 perempuan di dunia yang meninggal saat melahirkan di tahun 2012. Berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) tahun 2015 menunjukkan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) saat melahirkan di Indonesia sebesar 305 per 100.000 kelahiran hidup masih lebih tinggi tiga kali lipat dibandingkan target MDGs 2015. Dilansir dari profil kesehatan Indonesia yang dirilis Kementerian Kesehatan RI tahun 2020, AKI mencapai 4.627 jiwa di seluruh Indonesia dimana provinsi Jawa Barat mencatat kematian Ibu terbanyak sebanyak 745 jiwa.
  1. Antenatal Care Coverage : Presentase perempuan yang dilayani oleh tenaga terampil (bukan dukun anak tradisional atau tenaga magang) selama masa kehamilan.
  2. Presentase perempuan yang dilayani oleh tenaga terampil saat melahirkan.

  3. Ketersediaan fasilitas dasar perawatan kebidanan per 500.000 penduduk.

  4. Ketersediaan fasilitas rujukan perawatan kebidanan per 500.000 penduduk.
  5. Perinatal mortality Rate (PMR) : kematian janin per 1.000 kelahiran. Berdasarkan evaluasi Millennium Development Goals (MDGs) pada 2015 menyatakan bahwa Angka Kematian Bayi (AKB) mencapai 24 per 1.000 kelahiran. Angka tersebut masih belum mencapai target 23 per 1.000 kelahiran hidup.

  6. Low Birth Weight Prevalence : Presentase kelahiran bayi dengan berat badan lahir kurang dari 2.500 gram. Menurut WHO, Asia Tenggara mempunyai presentase kelahiran bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) sebesar 24,1%. Di Indonesia sendiri, terdapat 10% bayi dengan BBLR dari total kelahiran pada tahun 2015.
  1. Positive Syphilis Serology Prevalence in Pregnant Women : presentase perempuan hamil berusia 15 – 24 tahun yang dinyatakan positif sifilis saat datang ke klinik kebidanan

  2. Prevalence of Anemia in Women : presentase perempuan reproduktif yang dinyatakan mempunya kadar hemoglobin rendah (perempuan hamil : di bawah 110 g/l dan perempuan yang tidak hamil : 120 g/l).

  3. Presentase pasien obstetri dan ginekologi yang disebabkan oleh aborsi (spontan dan induksi).

  4. Reported Prevalence of Women with Female Genital Multilation (FGM) : Presentase perempuan yang mengalami FGM. FGM atau sunat perempuan merupakan praktik pengangkatan atau pemotongan sebagian atau seluruh bagian luar alat kelamin perempuan. Praktik seperti ini sama sekali tidak memberikan manfaat bagi perempuan dan merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia. Data yang dirilis UNICEF tahun 2016 menunjukkan bahwa 8 dari 10 orang tua menjalankan praktik FGM kepada putri mereka.
  1. Prevalence of Infertility in Women : Persentase wanita usia reproduksi yang tidak hamil namun aktif secara seksual, tidak menggunakan kontrasepsi, dan tidak menyusui, dan mencoba untuk hamil selama 2 tahun atau lebih (indikator ini mengukur infertilitas apakah disebabkan oleh faktor laki-laki atau perempuan).

  2. Reported Incidence of Urethritis in Men : persentase laki-laki berusia 15–49 tahun yang melaporkan terjadinya pembengkakan atau peradangan uretra dalam 12 bulan terakhir.

  3. Persentase perempuan hamil di usia produktif yang dinayatakan positif HIV.

  4. Pengetahuan tentang praktik pencegahan terkait HIV.

 

Baca Lebih Lanjut

Badan Pusat Statistika, 2018, Angka Kelahiran Total Menurut Provinsi , Diakses 23 Juni 2022, dari https://www.bps.go.id/indikator/indikator/view_data/0000/data/1399/sdgs_3/1

Fathalla, M.F., 2017, Sexual and Reproductive Health : Overview, The International Encyclopedia of Public Health, 2ndEdition. Vol. 6, pp. 481 – 490

Juwita, Ratna, dkk., 2021, Analisis Faktor Yang Memengaruhi Kejadian Kematian Perinatal Di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Dan Keluarga Berencana Kabupaten Pidie Jaya Tahun 2020, Journal of Healthcare Technology and Medicine Vol. 7 No. 1 April 2021.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2014, Infodatin : Situasi dan analisis keluarga berencana 2014, Jakarta Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, ISBN 978-602-235-911-1.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2018, Profil Kesehatan Indonesia 2018, Jakarta : Kementerian Kesehatan RI, ISBN 978-602-656-446-4.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2020, Profil Kesehatan Indonesia 2020, Jakarta : Kementerian Kesehatan RI, ISBN 978-623-301-218-8.

The World Bank, 2015, Contraceptive Prevalence, any Method (% of married women ages 15-49)- Indonesia, Diakses 23 Juni 2022, dari https://data.worldbank.org/indicator/SP.DYN.CONU.ZS?end=2017&locations=ID&name_desc=false&start=1973&view=chart

UNICEF, 2019, Indonesia : Statistical Profile on Female Genital Mutilation, New York : Data and Analytics Section - Division of Data, Research and Policy

World Health Organization, 2006, Reproductive Health Indicators : Guidelines for their generation, interpretation and analysis for global monitoring, Geneva : WHO Press, ISBN 92415631X

World Health Organization, 2015, The Global Health Observatory : Explore a World of Health Data, Diakses 23 Juni 2022, dari https://www.who.int/data/gho/data/indicators/indicator-details/GHO/low-birth-weight-prevalence-(-)